kita telah mengenal bilangan semenjak kita sd,bilangan adalah suatu yang setiap hari kita hadapi..dari tukang becak sampai presiden pasti selalu dbergelut dengan bilangan.Apalagi seorang engineer yang merupakan syarat mutlak untuk dapat memainkan dengan baik angka-angka.
Pada TPB kita telah belajar kalkulus,pada awal babnya kita telah dikenalin dengan jenis-jenis bilangn,mulai dari bilangan asli sampai bilangan imaginer.
dalam penulisan angka berbeda di setiap tempat.
seperti di amerika serikat kita menggunakan tanda koma(,)untuk menandakan besar bilangan setiap 3 digit dan tanda titik(.) untuk menandakan desimal.
di eropa kita menggunakan tanda titik(.)untuk menandakan besar bilangan setiap 3 digit dan tanda koma(,) untuk menandakan desimal.
tetapi untuk standar bakunya kita menggunakan spasi( ) menandakan besar bilangan setiap 3 digit dan tanda titik(.)untuk menandakan desimal.
1,989.9 [standar us]
1.989,9 [standar eropa]
1 989.9[standar baku]
Analisis kesalahan
Didalam pengukuran,kita sulit sekali untuk menemukan hasil yang tepat,misalnya kita mengukur meja dengan menggunakan penggaris dengan satuan terkecil adalah mm.
misalnya hasil pengukuran kita adalah 53,3mm.Tetapi jika kita menggunakan mikrometer sekrup kta mungkin akan mendapatti angkat yang lebih tepat lagi,begitulah seterusnya jika kita menggunakan alat yang lebih baik juga akan menghasilkan ketepatan yang lebih baik pula.
dalam pengukuran timbul masalah
Akurasi
ketepatan nilai sangat mendekati nilai sebenarnya tapi belum terarah.
Presisi
ketepatan nilai sangat mendekati nilai sebenarnya dan sudah terarah,maksudnya jika kita mengukur ulang akan mendapati niali yang sama
Kesalahan Acak
kesalahan yang kita dapatkan akibat banyak sebab
Kesalahan sistematik
kesalahan yang kita dapatkan akibat kesalahan pengukuran,seperti sudut pandang yang berbeda pada saat kita mengukur,suhu yang mempengaruhi.
Ketidakpastian tidak presisinya suatu pengukuran dengan nilai sebenarnya
Kesalahan perbedaan nilai yang kita dapatkan dengan nilai sebenarnya.
Angka penting
Angka penting adalah semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran, yang terdiri dari angka eksak dan satu angka terakhir yang ditaksir (atau diragukan). Bila kita mengukur panjang suatu benda dengan mistar berskala mm dan melaporkan hasilnya dalam 4 angka penting, maka didapat 114,5 mm.
Jika panjang benda tersebut kita ukur dengan jangka sorong maka hasilnya dilaporkan dalam 5 angka penting, misalnya 114,40 mm, dan jika diukur dengan mikrometer sekrup maka hasilnya dilaporkan dalam 6 angka penting, misalnya 113,390 mm. Ini menunjukkan bahwa banyak angka penting yang dilaporkan sebagai hasil pengukuran mencerminkan ketelitian suatu pengukuran. Makin banyak angka penting yang dapat dilaporkan, makin teliti pengukuran tersebut. Tentu saja pengukuran panjang dengan mikrometer sekrup lebih teliti dari jangka sorong dan mistar
Aturan-aturan angka penting, yaitu:
1. Semua angka bukan nol adalah angka penting.
2. Angka nol yang terletak di antara dua angka bukan nol termasuk angka penting.
3. Semua angka nol yang terletak pada deretan akhir dari angka-angka yang ditulis di belakang koma desimal termasuk angka penting.
4. Angka-angka nol yang digunakan hanya untuk tempat titik desimal adalah bukan angka penting.
5. Bilangan-bilangan puluhan, ratusan, ribuan, dan seterusnya yang memiliki angka-angka nol pada deretan akhir harus dituliskan dalam notasi ilmiah agar jelas apakah angka-angka nol tersebut adalah angka penting atau bukan


