Senin, 05 November 2007

kontek:numbers

bilangan..
kita telah mengenal bilangan semenjak kita sd,bilangan adalah suatu yang setiap hari kita hadapi..dari tukang becak sampai presiden pasti selalu dbergelut dengan bilangan.Apalagi seorang engineer yang merupakan syarat mutlak untuk dapat memainkan dengan baik angka-angka.
Pada TPB kita telah belajar kalkulus,pada awal babnya kita telah dikenalin dengan jenis-jenis bilangn,mulai dari bilangan asli sampai bilangan imaginer.

dalam penulisan angka berbeda di setiap tempat.
seperti di amerika serikat kita menggunakan tanda koma(,)untuk menandakan besar bilangan setiap 3 digit dan tanda titik(.) untuk menandakan desimal.
di eropa kita menggunakan tanda titik(.)untuk menandakan besar bilangan setiap 3 digit dan tanda koma(,) untuk menandakan desimal.
tetapi untuk standar bakunya kita menggunakan spasi( ) menandakan besar bilangan setiap 3 digit dan tanda titik(.)untuk menandakan desimal.
1,989.9 [standar us]
1.989,9 [standar eropa]
1 989.9[standar baku]

Analisis kesalahan

Didalam pengukuran,kita sulit sekali untuk menemukan hasil yang tepat,misalnya kita mengukur meja dengan menggunakan penggaris dengan satuan terkecil adalah mm.
misalnya hasil pengukuran kita adalah 53,3mm.Tetapi jika kita menggunakan mikrometer sekrup kta mungkin akan mendapatti angkat yang lebih tepat lagi,begitulah seterusnya jika kita menggunakan alat yang lebih baik juga akan menghasilkan ketepatan yang lebih baik pula.
dalam pengukuran timbul masalah

Akurasi
ketepatan nilai sangat mendekati nilai sebenarnya tapi belum terarah.
Presisi
ketepatan nilai sangat mendekati nilai sebenarnya dan sudah terarah,maksudnya jika kita mengukur ulang akan mendapati niali yang sama
Kesalahan Acak
kesalahan yang kita dapatkan akibat banyak sebab
Kesalahan sistematik
kesalahan yang kita dapatkan akibat kesalahan pengukuran,seperti sudut pandang yang berbeda pada saat kita mengukur,suhu yang mempengaruhi.
Ketidakpastian tidak presisinya suatu pengukuran dengan nilai sebenarnya
Kesalahan perbedaan nilai yang kita dapatkan dengan nilai sebenarnya.

Angka penting

Angka penting adalah semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran, yang terdiri dari angka eksak dan satu angka terakhir yang ditaksir (atau diragukan). Bila kita mengukur panjang suatu benda dengan mistar berskala mm dan melaporkan hasilnya dalam 4 angka penting, maka didapat 114,5 mm.
Jika panjang benda tersebut kita ukur dengan jangka sorong maka hasilnya dilaporkan dalam 5 angka penting, misalnya 114,40 mm, dan jika diukur dengan mikrometer sekrup maka hasilnya dilaporkan dalam 6 angka penting, misalnya 113,390 mm. Ini menunjukkan bahwa banyak angka penting yang dilaporkan sebagai hasil pengukuran mencerminkan ketelitian suatu pengukuran. Makin banyak angka penting yang dapat dilaporkan, makin teliti pengukuran tersebut. Tentu saja pengukuran panjang dengan mikrometer sekrup lebih teliti dari jangka sorong dan mistar

Aturan-aturan angka penting, yaitu:

1. Semua angka bukan nol adalah angka penting.

2. Angka nol yang terletak di antara dua angka bukan nol termasuk angka penting.

3. Semua angka nol yang terletak pada deretan akhir dari angka-angka yang ditulis di belakang koma desimal termasuk angka penting.

4. Angka-angka nol yang digunakan hanya untuk tempat titik desimal adalah bukan angka penting.

5. Bilangan-bilangan puluhan, ratusan, ribuan, dan seterusnya yang memiliki angka-angka nol pada deretan akhir harus dituliskan dalam notasi ilmiah agar jelas apakah angka-angka nol tersebut adalah angka penting atau bukan

cerita dari olimpiade asia.

assalamu'alaikum wr..wb...

halo semua:-)...
lagi bergadang nie...daritadi nunggu datang inspirasi tapi kok ga datang2 ya,huhuhu...
sambil nunggu datang inspirasi,ada sebuah pertanyaan yang selalu terlintas di kepala aq..
"eh zul,coba ceritain donk pengalaman kamu di olimpiade asia"..
daripada terus2an aq cerita setiap kali kawan nanyain,,
bendingan aq nulis di blog aja,hehehehe...
jadi klo ada yang nanya,suruh dia baca blog aq,..

mulai darimana ya...
hmmmm....

dari pelatnas aja ya...
to be continued...(nanti aja nyambung ceritanya,soalnya inspirasi udah datang ^_^...)
ada tugas kontek ni...

diameter bulan

Diameter Bulan

Langkah pertama : menghitung perbandingan ukuran bulan terhadap ukuran bayangan bumi pada bulan





Kita telah mengetahui (sebagaimana filosofi yang lain pada zaman tersebut telah mengetahui), bahwa rata-rata 2 kali setiap tahun, permukaan seluruh bulan akan menjadi gelap untuk periode sekitar 2 jam. Itu suatu alasan yang benar bahwa pada waktu itu,bulan akan melewati bayangan bumi---gerhana bulan.Gerhana akan terjadi selama bulan purnama karena pada waktu itu bulan sedang mengalami oposisi bumi terhadap matahari.Itu tidak akan terjadi setiap waktu karena orbit bulan dan orbit matahari terdapat kemiringan satu sama lain(disebut sudut elongasi).jadi kadang-kadang bulan akan melewati atas atau bawah bayangan bumi.dengan begitu kita menyadari gerhana bulan terpanjang harus terjadi ketika bulan tepat melewati pusat bayangan bumi.selain itu ukuran sudut bayangan bumi dapat dihitung dengan mencatat/mengamati posisi bulan sebelum dan setelah gerhana.kemudian kita membandingkan sudut ini dengan ukuran sudut bulan,untuk mendapatkan perbandingannya.

Sudut ukuran bayangan bumi pada jarak ke bulan
----------------------------------------------------------
Sudut ukuran bulan











Tambahan,karena bulan dan bayangan bumi pada jarak ke bulan dapat di definisikan pada jarak yang sama,perbandingan sudut adalah perbandingan ukuran fisika.(alpha/57.3=D/R? untuk kedua segitiga,R sama,jadi perbandingan alpha sama dengan perbandingan D)


Langkah kedua : Menghitung ukuran bayangan bumi pada jarak bumi ke bulan.
Seperti pada gambar dibawah,sehingga A + B + C = 180 derajat.




Tetapi C juga bagian seitiga yang mengandung sudut D dan E, jadi C + D + E = 180 derajat, jadi,
A + B = D + E dari hubungan segitiga pengamatan, kita tahu bahwa
A/57.3 = radius bayangan bumi pada jarak ke bulan (Rem) / jarak bumi bulan (Dem)
B/57.3 = radius matahari (Rs) / jarak bumi matahari (Des)
D/57.3 = radius bumi (Re) / Dem
dan terakhir

E/57.3 = Re / Des.

Kita Kombinasikan semua persamaan, kita dapat

Rem / Dem = Re / Des + Re / Dem - Rs / Des
Kalau kita melihat kelangit bahwa dengan kebetulan,ukuran sudut matahari dan bulan hampir sama dan karena mereka mempunyai sudut yang sama kita juga dapat membuat persamaan:
Rs / Des = Rm / Dem
Sehingga,kita dapat menggantikan fraksi terakhir dalam persamaan diatas dan kita dapat
Rem / Dem = Re / Des + Re / Dem - Rm / Dem
Kali kan semua dengan Dem, kita dapat
Rem = Re x (Dem/Des) + Re - Rm
Karena telah di buktikan bahwa matahari sangat jauh dari bumi dibandingkan ke bulan,sehingga fraksi dalam bentuk pertama pada persamaan di atas sangat kecil(Dem/Des<<<<)(dalam perhitungan kita menunjukan nilai = 1/20;dalam perhiungan modern nilai ini = 1/400).lagipula,di gambar bahwa bentuk pertama tak penting dibandingkan yang kedua,sehingga Rem = Re - Rm
Langkah ketiga: menempatkan Geometri and Observasi untuk menghiung ukuran bulan.
Sekarang tugas kita mengamati(observasi)pada saat kejadian gerhana terebut,
Dari observasi menunjukan:
ukuran sudut bayangan bumi pada jarak ke bulan
---------------------------------------------------------- = 2.7
ukuran sudut bulan

Rem/Rm = 2.7
Tetapi karena
Rem = Re - Rm
lalu
(Re - Rm )/Rm = 2.7
dan
Re/Rm - 1 = 2.7
sehingga
Re = 3.7 x Rm.
kita dapat menghitung radius bumi dengan mudah dengan meninjau keliling bumi sehingga kita dapat Re=6400km,sehingga
radius bulan:
Rm = 1728,73 km
Atau diameternya = 2*Rm =2* 1728,73km = 3459,5km
Dan akhirnya DIAMETER BULAN ADALAH 3459,5 Km.

Senin, 24 September 2007

kontek:

tugas kali ini adalah tugas kelompok:disini kami berdiskusi tentang sebuah permasalahn terjadi di sebuah daerah..
pada hari jumat sore di oktagon kami(zulfikar(16507302),ria(16507350),diah(16507170),gerard(16507182),ivan(16507038),annanti).. telah berdiskusi dan ini hasilnya..
Di sebuah daerah di Bandung (lokasi tak disebutkan-red), terdapat sebuah desa yang berencana memasang polisi tidur di jalan yang terdapat di daerah mereka. Beberapa pihak ada yang menerima usul ini dengan alasan keamanan. Beberapa pihak lain juga ada yang menerima alasan ini sebagai salah satu sarana untuk penambahan pemasukan (semakin banyak proyek, semakin banyak pemasukan). Namun, beberapa pihak dari daerah tersebut menolak dan mengatakan proyek ini selain mengada-ada juga mengurangi efisiensi laju kendaraan.
Sebagai penjelas, saya akan menjelaskan keadaan jalan di daerah tersebut. Daerah tersebut memiliki jalan yang cukup lebar( paling maksimal 2 mobil melaju di daerah tersebut, dan itupun saling menepi sampai terlalu ke pinggir). Pengguna jalan di daerah tersebut antara lain ibu-ibu, mahasiswa yang menyewa kamar kost di daerah tersebut, anak-anak yang bermain, para pedagang, pengguna kendaraan bermotor. Keadaan jalan tersebut cukup ramai (pejalan kaki dan pedagang kaki lima) serta banyak warung disekitar daerah tersebut. Kendaraan yang lewat intensitasnya cukup tinggi dan terkadang terdapat beberapa anak muda yang memacu kendaraan dengan kecepatan cukup tinggi.
Berikut adalah teknik-teknik pengambilan keputusan berkaitan dengan pemasangan polisi tidur di daerah tersebut:
1. Egoisme Etikal :
Sebagai salah seorang mahasiswa yang menyewa kost-kostan di daerah tersebut, saya pasti akan menyetujui pemasangan polisi tidur di daerah tersebut dengan alasan:
Ø Membuat saya merasa aman ketika saya harus melakukan kegiatan saya di sekitar jalan tersebut.
Ø Mengurangi kebisingan dengan jalan membuat kendaraan melaju semakin pelan ketika harus melewati polisi tidur tersebut.
2. Utilitarianisme:
Sasaran audiens yang terkena dampak :
Anak-anak dan manula
Orang dewasa dan paruh baya
Pemakai kendaraan bermotor
Mahasiswa
Option 1 :
Tak Pasang Polisi Tidur :
Keamanan anak-anak dan manula :
- anak-anak
- manula
-5
Keamanan orang-orang dewasa :
- Dewasa
- Mahasiswa
-3
Kelancaran jalannya kendaraan :
- Pemakai kendaraan bermotor
7
Efisiensi waktu
- Mahasiswa
- Pemakai kendaraan bermotor
7
Penghematan Biaya
5
Kelancaran aktifitas pejalan kaki
- Anak-anak dan manula
- Dewasa pejalan kaki
- Mahasiswa
-5
Total
6
* = [nilai maksimum, nilai minimum]
Option 2 :
Memasang polisi tidur
Keamanan anak-anak dan manula :
- anak-anak
- manula
7
Keamanan orang-orang dewasa :
- Dewasa
- Mahasiswa
6
Kelancaran jalannya kendaraan :
- Pemakai kendaraan bermotor
-3
Efisiensi waktu
- Mahasiswa
- Pemakai kendaraan bermotor
-6
Penghematan Biaya
-3
Kelancaran aktifitas pejalan kaki
- Anak-anak dan manula
- Dewasa pejalan kaki
- Mahasiswa
6
Total
7
* = [nilai maksimum, nilai minimum]
Kesimpulannya : Harus dipasang polisi tidur karena nilai utilitarianismenya lebih tinggi
3. Analisis Hak
Sasaran audiens yang akan dianalisis :
Anak dan manula (pejalan kaki)
Ibu-ibu rumah tangga (pejalan kaki)
kalangan profesi pemakai kendaraan bermotor (termasuk mahasiswa)
Kalangan profesi tidak memakai kendaraan (termasuk mahasiswa)
Hak-hak yang dilanggar
Tidak memasang poilisi tidur
Memasang polisi tidur
Anak-anak dan manula :
1. Hak untuk hidup
2. Hak untuk mendapat kepenuhan hidup
Anak-anak dan manula :
- (tak ada)
Ibu-ibu rumah tangga :
1. Hak mendapat kepenuhan hidup
Ibu-ibu rumah tangga :
-(tak ada)
Kalangan profesi pemakai kendaraan bermotor :
- (tak ada)
Kalangan profesi pemakai kendaraan bermotor :
1. Hak mendapat kepenuhan hidup
Kalangan profesi tak memakai kendaraan bermotor :
1. Hak mendapat kepenuhan hidup
Kalangan profesi tak memakai kendaraan bermotor :
-(tak ada)
Dari hasil analisis hak diatas, dapat disimpulkan bahwa keputusan yang paling tepat dan tidak melanggar hak banyak orang adalah :
Memasang polisi tidur.